Author: admin

Langkah Tepat Bermain Judi Sabung Ayam Online Agar Menang dan Untung

Bermain judi sabung ayam online bisa dijadikan referensi permainan judi online bagi para pecintanya. Permainan sabung ayam dengan gaya modern ini semakin ramai diminati karena mekanisme taruhannya yang cukup mudah serta cara permainannya yang fleksibel. Bagaimana tidak, jika dahulu permainan sabung ayam memerlukan area yang luas untuk bertanding, dan Anda sebagai pemasang taruhan harus datang langsung ke area, sekarang hal tersebut tidak perlu dilakukan. 

Untuk bermain judi sabung ayam secara online, Anda cukup diam di rumah atau dimana saja sesuai keinginan. Anda cukup menggunakan ponsel pintar atau perangkat computer yang sudah dikoneksikan dengan jaringan internet stabil. Nah, jika semua hal tersebut sudah dilakukan, lantas bagaimana caranya untuk bermain sabung ayam agar bisa menang taruhan dan untung? Yuk simak langkahnya berikut! 

  1. Mendaftarkan Diri di Situs Judi Online 

Pastinya Anda tidak akan bisa memenangkan taruhan sabung ayam online jika sebelumnya Anda tidak punya akan atau belum mendaftarkan diri sebagai member di situs judi online. Namun, sebelum Anda mendaftarkan diri, pastikan jika situs judi online tersebut menyediakan permainan sabung ayam yang bisa Anda akses. 

Untuk mendaftarkan diri sebagai member pun sangat mudah. Anda bisa mendaftar dengan menggunakan nomor handphone dan alamat email. Jangan lupa buat kombinasi password yang kuat dan aman untuk keperluan login dan jangan sampai password tersebut diberikan kepada oranglain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

  1. Sediakan Modal untuk Bertaruh 

Apakah dengan Anda mendaftar member, lantas Anda bisa untung? Tentu tidak. Bagaimana pun, Anda harus mempersiapkan modal terlebih dahulu. Modal ini nantinya akan Anda gunakan untuk memasang taruhan. Jangan khawatir, jika modal Anda hanya sedikit, karena sekarang banyak situs judi atau sabung ayam online yang membolehkan pemainnya memasang taruhan kecil. 

Modal yang sudah Anda siapkan, nantinya harus Anda ubah menjadi deposito atau uang digital melalui akun yang sebelumnya sudah Anda daftarkan di situs agen atau penyedia permainan judi online. Untuk proses deposito pun biasanya mudah dan setiap situs sudah menyediakan panduannya masing-masing. Bahkan untuk memudahkan, proses deposito kini bisa via gerai terdekat hingga via pulsa sekalipun. Jadi, meskipun tidak punya kartu kredit atau debit rekening bank, tidak perlu risau. 

  1. Sesuaikan Taruhan dengan Modal 

Jangan sampai Anda merugi besar di awal permainan. Jika Anda seorang pemula, sebaiknya tahan keinginan Anda untuk memasang taruhan besar. Di permainan sabung online, terdapat istilah nilai odds. Nah, Anda harus memahami hal ini untuk menentukan besaran taruhan yang pas. Sebaiknya, Anda memilih pemasangan taruhan di ayam yang punya nilai odds – (minus). Hal ini agar ketika Anda kalah, maka tidak semua uang taruhan terpotong. Namun, ketika Anda menang, nominal yang didapatkannya akan besar. 

Sebagai contoh, Anda memasang taruhan di nilai odds -0,90. Maka saat Anda bertaruh uang sebesar 100 ribu, jika menal total uang yang didapat 200 ribu, jika kalah, total uang yang diambil adalah 90 ribu. Pastikan juga agar Anda tidak memasang taruhan sebanyak modal yang dimiliki. Tidak masalah menyimpan taruhan kecil, namun Anda sering melakukannya dan menang. 

Selain beberapa hal tersebut, penting juga untuk Anda memiliki strategi permainan. Strategi yang paling cocok digunakan adalah strategi mengenali permainan dan mengenali jenis ayam pilihan serta ayam lawan. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui seberapa besar peluang kemenangan taruhan Anda di permainan sabung ayam online. …

Continue Reading Langkah Tepat Bermain Judi Sabung Ayam Online Agar Menang dan Untung

Kiat Memilih Jenis Motherboard yang Tepat

Bagi Anda yang ingin mencari motherboard yang sesuai dengan kebutuhan , maka Anda akan mendapatkan penjelasan begitu detail di artikel ini. Kita tahu bahwa motherboard adalah media untuk semua komponen PC agar bisa bekerja maksimal. Jika ada salah satu hardware yang tidak terkoneksi dengan motherboard maka dapat dipastikan jika perangkat tersebut tidak bisa digunakan. Jadi, jangan sampai salah pilih ya! 

CPU bisa dipasang pada motherboard yang memang sudah sesuai dengan spesifikasinya. Artinya, jika CPU dengan merk A bisa saja tidak dapat dipakai untuk komputer yang memang harus menggunakan CPU merk B.  

Tips Memilih Jenis Motherboard yang Tepat untuk Komputer 

Di pasaran sendiri cukup banyak varian produk yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Begitu juga dengan banyaknya merek terkenal dengan masing masing fitur tersendiri pastinya.  

Hal penting dalam memilih motherboard adalah kemampuannya dalam mewadahi banyak komponen di PC. Jika semakin banyak maka akan semakin baguslah motherboard tersebut. Untuk itu, mengedukasi diri terlebih dahulu tentang hal apa saja yang harus diperhatikan adalah ide yang tepat.  

Memastikan CPU didukung soket yang ada pada motherboard 

Hal utama dalam memilih motherboard adalah memastikan apakah soket CPU sudah sesuai dengan jenis komputer yang akan digunakan. Jika tidak, maka sudah dapat dipastikan jika sistem yang ada pada komputer tidak akan bisa dihidupkan. Itu sebabnya, pastikan soket yang dipakai harus kompatibel dengan CPU yang akan dipasang nantinya.  

Untuk mengetahui apakah soket CPU sesuai atau tidak caranya mudah yaitu tinggal mencari di label spesifikasi. Biasanya, penjelasan singkat akan diberikan pada kemasan, buku manual atau dengan mengunjungi situs resmi mereka. Atau, bisa juga dalam motherboard itu sendiri yang biasanya akan memberikan rekomendasi jenis soket yang bisa digunakan.  

Menyesuaikan dengan penggunaan chipset 

Identitas utama dari sebuah motherboard ini menyediakan banyak fitur serta penyimpanan yang canggih.  Chipset ini sendiri menyesuaikan dengan soket CPU dimana satu soket CPU biasanya akan mendukung jenis chipset yang berbeda beda. Biasanya, jenis chipset ini dikelompokkan ke beberapa bagian mulai dari kelas rendah, kelas menengah hingga kelas atas atau khusus. Jadi, sesuaikan dengan CPU agar komputer bisa bekerja maksimal. 

Memastikan jika casenya cocok  

Tidak sedikit pengguna komputer itu yang kurang tanggap dengan faktor ini. Mereka hanya cenderung fokus pada spesifikasi yang ditawarkan tanpa memikirkan apakah ukuran motherboard sesuai dengan casenya. Untuk itu, sangat disarankan agar memilih motherboard yang sesuai dengan case atau bisa juga sebaliknya. Tentukan dulu motherboardnya dimana nantinya case akan disesuaikan. Biasanya, jenis komputer ini adalah model rakitan.  

Memastikan fitur yang sesuai dengan kebutuhan 

Banyaknya model motherboard yang ditawarkan dipasaran tentu memberikan spesifikasi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Masing masing memberikan klaim bahwa fitur mereka terbaik dan mumpuni. Bahkan, tidak sedikit juga yang menawarkan fitur tambahan untuk menarik pembeli.  

Kalau sudah begini, pastikan Anda memahami fitur apa saja yang ditawarkan oleh merek tersebut apakah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dana atau tidak. Kemudian, apakah fitur tersebut mampu menunjang aktifitas pengguna karena bisa saja motherboard yang canggih tidak memberi dampak jika hanya digunakan untuk tugas administrasi saja. 

Bagaimana, tidak sulit bukan untuk memilih motherboard yang sesuai dengan kebutuhan. Meski hanya beberapa penjelasan yang diberikan namun setidaknya Anda bisa menentukan pilihan dengan tepat.  …

Continue Reading Kiat Memilih Jenis Motherboard yang Tepat

Mengenal Motherboard pada Komputer Lebih Dekat

Komputer adalah satu sistem yang terdiri banyak macam komponen yang saling terhubung dengan lainnya. Sebut saja monitor, CPU, mouse, keyboard, RAM, hard disk, media penyimpanan dan masih banyak lainnya. Jika salah satu komponen ini mengalami masalah maka sudah dapat dipastikan jika penggunaan komputer itu sendiri mengalami gangguan. Disini, akan dijelaskan secara detail tentang masing masing komponen dan diharapkan akan menambah pengetahuan Anda.  

Motherboard adalah salah satu perangkat yang cukup penting dalam menghubungkan beberapa komponen menjadi satu sistem yang utuh. Adapun motherboard ini memiliki fungsi utama yaitu menyusun sistem yang ada pada komputer seperti CPU, memori RAM, Display, fungsi I/O hingga media penyimpanan dan masih banyak lagi.  Motherboard ini sendiri sangat tergantung dari platform prosessor yang digunakan.  

Bagian dari Motherboard 

Soket CPU 

Soket adalah tempat untuk melakukan instalasi atau pemasangan prosesor. Selain itu, digunakan juga untuk acuan untuk memasang perangkat pendingin prosesor seperti HSF (Heat Sink Fan). Biasanya, soket dalam motherboard ini akan menyesuaikan dengan platform serta teknologi prosesor yang nantinya akan digunakan.  

VRM (Voltage Regulator Module) 

Disamping Soket prosesor ada banyak modul elektronik yang terpasang. Nah, itulah yang disebut dengan Voltage Regulator Module (VRM) yang fungsinya untuk mengatur tegangan listrik pada prosesor.  

Chipset 

Adalah perangkat yang mampu mengintegrasikan banyak komponen penting dalam motherboard. Chipset ini sendiri akan membantu prosesor untuk bisa mengatur komponen lain dalam motherboard sehingga semua komponen tersebut bisa saling bekerja dengan baik. Selain itu, fungsi lainnya adalah mengatur fitur yang ada pada motherboard seperti misalnya jumlah slot ekspansi dan konektor hingga kecepatan maksimal memori.  

BIOS 

Yaitu Basic Input Output System adalah salah satu komponen kecil yang mampu mengendalikan sistem komputer. BIOS ini sendiri berfungsi untuk memeriksa seluruh komponen yang ada pada komputer saat sistem dijalankan.  

Slot Memori 

Komputer akan bekerja maksimal jika menggunakan memori yang tepat. Nah, Motherboard ini berperan penting dalam menyediakan tempat untuk menginstal memori RAM. Biasanya, jenis memori yang digunakan adalah memori DDR (Dual Data Rate) RAM. Untuk modelnya sendiri berbeda seperti pada komputer akan menggunakan DDR DIMM, sementara untuk laptop menggunakan DDR SODIMM 

Slot Periferal 

Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat membuat komputer banyak digunakan oleh berbagai profesi. Hal ini disebabkan motherboard menyediakan slot periferal yang fungsinya untuk menambah perangkat agar kemampuan komputer tersebut semakin maksimal. Komponen ini sendiri bisa dipasang untuk perangkat tambahan yang sesuai dengan kebutuhan seperti NEC, Modem, VGA Card, Sound Card dan lainnya yang memiliki fungsi khusus.  

Panel I/O 

Panel I/O adalah bagian dari motherboard yang berada di belakang casing sistem komputer yang berfungsi untuk menghubungkan sistem dengan perangkat masukan seperti mouse dan keyboard. Kemudian, perangkat keluaran seperti monitor dan perangkat lainnya seperti USB. 

Konektor internal 

Ada banyak konektor internal yang memiliki fungsi untuk terhubung dengan perangkat vital lainnya. Sebut saja sebagai penghubung daya utama, penambahan daya tambahan, daya kipas pendingin untuk prosesor dan bisa disambungkan dengan media penyimpanan seperti hard disk, SSD atau perangkat optik lainnya.  

Demikianlah penjelasan mengenai komponen apa saja yang ada pada motherboard dimana harga untuk masing masing motherboard sangat bervariasi. Beberapa produsen terkenal membandrol dengan harga tinggi dikarenakan fitur yang ada pada motherboard memang memiliki kemampuan maksimal. Jadi, tetap sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dana pastinya.  …

Continue Reading Mengenal Motherboard pada Komputer Lebih Dekat

Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri

Satu hal yang paling men yebalkan saat menggunakan komputer adalah jika tiba tiba terjadi masalah. Meski kita tahu bahwa komputer adalah salah satu alat yang memang tidak bisa dipisahkan dari yang namanya error, delay, hang atau crash bahkan yang fatal sekalipun seperti mati tiba tiba. Tentu ini kondisi yang tidak diinginkan bukan?  

Adapun permasalahan sistem yang restart sendiri secara tiba tiba menjadi satu momok yang cukup menakutkan. Apalagi, jika saat pengerjaan semua dokumen belum disimpan sehingga menambah emosi pastinya. Nah, situasi ini bisa terjadi dikarenakan komputer mengalami crash atau error sehingga menampilkan BSOD (Blue Screen of Dead) atau banyak yang lebih mengenal dengan sebutan “layar biru”. Adapun BSOD ini berisikan informasi tentang banyak hal terutama mengenai komponen yang mengalami masalah. Nah, setelah mekanisme BSOD maka komputer akan mengalami restart tiba tiba.  

Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan dua faktor yaitu masalah pada software dan hardware. Untuk itu, diartikel ini akan dibahas seputar cara mengatasinya dengan mudah dan diharapkan Anda tidak panik dulu.  

Sebagai langkah awal maka sebaiknya Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab dari komputer mengalami restart sendiri. Kita tahu bahwa yang dimaksud dengan restart adalah salah satu sistem pertahanan yang secara otomatis akan digunakan jika komputer mengalami masalah. Biasanya, BSOD ini akan terjadi jika ada interupsi yang terjadi pada proses vital tersebut.  

Seperti dijelaskan tadi bahwa ada dua faktor yang menjadi penyebabnya yaitu software dan hardware. Nah, jika faktor software biasanya dikarenakan oleh file penting dalam sistem operasi hilang atau tidak bisa diakses. Kemudian, ada driver yang tidak kompatibel, kemudian ada virus hingga aplikasi yang crash.  

Sementara itu, untuk faktor hardware maka biasanya terjadi karena processor terlalu panas, daya listrik mengalami penurunan tiba tiba, memori RAM yang crash hingga ada satu atau beberapa komponen hardware yang tidak bisa bekerja maksimal. 

Solusi atasi masalah komputer saat restart sendiri  

Jika Anda mengalami masalah ini saat menjalankan satu atau beberapa aplikasi maka yang harus dilakukan adalah memastikan jika aplikasi tersebut kompatibel dengan sistem yang digunakan. Jangan lupa untuk menginstal aplikasi pendukung yang memang dibutuhkan dan memastikan jika aplikasi tersebut asli. Gunakan pengaturan aplikasi yanng sesuai dengan sistem yang ada bahkan bila perlu lakukan instal ulang dengan versi terbaru.  

Untuk cara kedua Anda harus memastikan driver yang digunakan sesuai dengan perangkat. Adapun yang dimaksud dengan driver disini adalah satu sistem yang menghubungkan antara sistem operasi dan aplikasi. Jika driver ini mengalami masalah maka akan ada beberapa bagian software atau bisa juga hardware yang tidak bisa bekerja secara maksimal. Itu sebabnya, Anda harus memastikan jika perangkat hardware serta platformnya harus disesuaikan.  

Selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah melakukan scan dengan menggunakan antivirus yang terbaru. Mengapa? Virus atau malware yang ada pada komputer bisa menyebabkan komputer mengalami restart tiba tiba bahkan cenderung terus menerus. Untuk itu, pastikan Anda melakukan scan agar performa komputer bisa berjalan maksimal.  

Terakhir, jika perlu lakukan instal ulang sistem operasi agar Anda bisa menggunakan komputer tanpa mengalami kendala restart tiba tiba. Hanya saja, pastikan jika jasa yang Anda gunakan memang benar benar berpengalaman agar waktu dan tenaga Anda tidak terbuang percuma. Atau, jika Anda sendiri mampu mengerjakannya mengapa tidak dilakukan?  …

Continue Reading Cara Mengatasi Komputer Restart Sendiri

Hard Disk Bermasalah karena Tidak Terbaca? Ini Solusinya!

Bagi pengguna komputer atau Laptop, yang namanya hard disk tentu bukan satu hal yang baru lagi. Adapun fungsi dari alat ini cukup vital dimana semua data akan disimpan dengan alat yang satu ini. Tidak hanya itu saja, file file sistem operasi juga disimpan dalam hard disk agar proses booting menjadi lebih mudah. Nah, masalah akan muncul jika ternyata satu waktu hard disk ini mengalami masalah alias tidak mampu beroperasi dengan baik. Kalau sudah begini jangan panik atau bingung dulu karena mengatasinya tidak sulit kok.  

Tidak terdeteksi atau tidak terbaca oleh sistem adalah masalah umum yang dialami.kalau sudah begini, mau tidak mau Anda harus segera memperbaikinya. Disini akan dijelaskan secara detail tentang bagaimana memperbaiki hard disk jika tiba tiba mati. 

Pertama  hard disk tidak terbaca oleh UEFI/BIOS 

Jika kondisi ini terjadi maka sudah dapat dipastikan jika Anda tidak bisa boot ke sistem operasi. Biasanya, akan muncul pesan seperti “No boot device” atau bisa juga “No hard disk detected” Artinya, hard disk yang ada pada komputer mengalami kendala pada bagian hardware dan solusinya adalah langsung memeriksa kondisi hard disk secara fisik.  

Saat membongkar komputer, pastikan jika sudah tidak terhubung dengan listrik. Jika sudah terbongkar maka langkah selanjutnya adalah memastikan semua kabel dalam keadaan baik. Begitu juga dengan jumper yang mengaktifkan fitur fitur khusus pada hard disk. Jika semua dalam kondisi bagus maka Anda bisa memasangnya kembali dan komputer siap digunakan.  

Kedua hard disk tidak muncul saat menginstal OS 

Jika dilihat dari hardware maka hard disk tidak mengalami masalah. Bahkan, UEFI/BIOS pun bisa melihat hard disk dengan baik. Namun, meski demikian saat menginstal sistem operasi seperti Windows ternyata hard disk tidak terbaca. Nah, cara yang bisa dilakukan adalah me restart komputer, kemudian masuk ke menu UEFI. Matikan fitur Secure Boot kemudian aktifkan mode Legacy BIOS/CSM. Setelah itu simpan semua perubahan yang dilakukan dan restart ulang.  

Ketiga, hard disk tidak bisa dideteksi oleh sistem operasi Windows 

Umumnya, hard disk yang tidak bisa dideteksi oleh Windows dikarenakan pengaturan yang belum di set secara utuh. Adapun Sistem Operasi Windows ini akan mengenali partisi dengan sebuah label. Nah, jika tidak ada label ini maka sudah otomatis hard disk tidak akan terbaca oleh Windows. Bagaimana mengatasinya?  

Klik kanan icon komputer kemudian pilih Manage. Setelah itu pilih Disk Management di bagian Storage dan akan muncul semua partisi hard disk.  

Pilihan terakhir adalah mengupgrade SSD. Kita tahu bahwa media penyimpanan SSD atau Solid State Drive sekarang ini sudah banyak digunakan. Alasannya sederhana, kinerjanya cukup mumpuni dan lebih tahan lama dalam menyimpan data. Hal ini disebabkan oleh chip flash NAND yang digunakan pada SSD sebagai media penyimpanan. Beda dengan hard disk dimana menggunakan piringan magnetis .  

Selain itu, kecepatan akses SSD ini juga sangat mumpuni dalam mengimbangi performa CPU dan RAM untuk komputer terbaru. Jadi, jika ada dana lebih mengapa tidak menggunakan SSD saja terlebih bagi Anda yang memang sehari hari menggunakan komputer untuk aktifitas harian.  

Itulah beberapa penjelasan tentang bagaimana memperbaiki hard disk yang mengalami gangguan. Anda bisa menyesuaikannya dengan ketiga permasalahan yang sering terjadi apakah itu tidak terdeteksi oleh sistem Windows, tidak muncul saat menginstal OS maupun tidak terbaca oleh UEFI/BIOS.  …

Continue Reading Hard Disk Bermasalah karena Tidak Terbaca? Ini Solusinya!

Rekomendasi dan Spesifikasi PC yang Layak untuk Desain Grafis

Sekarang ini, yang namanya desain grafis mendapat tempat tersendiri baik itu dari pemerintahan hingga pelaku bisnis. Artinya, ini satu penawaran menarik khususnya bagi anak muda yang ingin mendapatkan penghasilan tidak terbatas namun masih berkaitan dengan hobi mereka. Desain grafis ini sangatlah dibutuhkan dalam hal pembuatan video maupun foto namun tidak menutup kemungkinan juga ada beberapa sub bagian dari multimedia yang membutuhkannya.  

Guna mendukung pekerjaan Anda yang mau berkecimpung di bidang desain grafis maka ada baiknya memahami software pendukung. Sebut saja Adobe Premiere, Adobe Photoshop, AutoCad, Inkscape, 3Ds Max, Adobe Flash dan lainnya. Dan tak lupa, perangkat komputer yang mumpuni agar pekerjaan Anda semakin mudah dan hasilnya memuaskan.  

Rekomendasi Spesifikasi Komputer  

Tentu, bagi mereka yang memang sudah lama berkecimpung di bidang ini pastinya tidak menemukan kesulitan untuk memilih jenis komputer mana yang sebaiknya digunakan. Sebaliknya, bagi mereka yang boleh dikatakan masih pemula menjadi satu hal yang sulit untuk dilakukan. Meski demikian, bukan berarti Anda tidak bisa menentukan pilihan. Diharapkan, melalui artikel ini Anda bisa memilih mana yang terbaik dan sesuai dengan anggaran dana yang dimiliki. 

Satu hal yang pasti, dalam memilih komputer untuk desain grafis sebaiknya harus memperhatikan spesifikasi yang ada pada PC tersebut. Adapun yang dimaksud dengan spesifikasi disini adalah secara menyeluruh mulai dari komponen inti, kemudian pendukung hingga pelengkap. Jika salah satu diantara ketiga ini tidak terpenuhi maka dikhawatirkan akan memberikan hasil yang tidak maksimal. 

Berikut ini beberapa komponen inti yang harus dimiliki seperti : 

CPU : untuk spesifikasi minimal bisa menggunakan CPU Quad-core, sementara untuk yang direkomendasikan CPU Six-core atau lebih. 

GPU : kelas Mid-end untuk yang minimal sementara untuk yang maksimal gunakan GPU kelas Professional. 

RAM : Minimal 16 GB 

Penyimpanan : SSD berkapasitas besar 

Sistem operasi : Windows/Linux 64-bit generari terbaru 

Salah satu perlengkapan yang tidak bisa diabaikan dan sebaiknya diperhatikan adalah CPU atau Processor yang digunakan. Untuk itu, sangat disarankan setidaknya menggunakan minimal Quad Core dengan jumlah yang banyak. Mengapa? Karena semakin banyak maka akan sangat membantu Anda saat proses rendering atau sedang melakukan multitasking. Terlebih sekarang ini cukup banyak aplikasi serta editing yang memang membutuhkan penggunaan processor multicare.  

Kemudian, spesifikasi lainnya adalah RAM dimana sekarang ini cukup banyak aplikasi desain atau editing yang membutuhkan resolusi tinggi. Sehingga, mau tidak mau Anda harus menggunakan kapasitas RAM yang lumayan mengingat banyak sekali hasil editing yang membutuhkan kecepatan dalam menyimpan maupun saat aplikasi bekerja.  

Jangan lupakan juga media penyimpanan dimana sangat disarankan agar menggunakan penyimpanan jenis SSD. Mengapa? Dengan menggunakan SSD ini maka performa sistem akan semakin maksimal sehingga produktifitas kerja dapat ditingkatkan.  

Adapun SSD yang digunakan harus memiliki kapasitas yang cukup besar mengingat hasil pekerjaan desain atau editing yang berukuran besar. Hanya saja, bagi mereka yang memang ingin berencana menggunakannya dalam ukuran besar sebaiknya mempertimbangkan anggaran yang harus dikeluarkan.  

Oh ya, karena menggunakan platform PC maka sebaiknya gunakan sistem yang memang familiar bagi Anda. Bisa Microsoft Windows atau bisa juga Linux dimana keduanya memiliki kelebihan. Hanya saja, dikarenakan banyak aplikasi desain diproduksi oleh Windows maka sebaiknya gunakan sistem Windows 10 64-bit versi terbaru.  

Itulah beberapa pertimbangan jenis komputer yang dapat digunakan untuk pekerjaan Anda sebagai desain grafis maupun editor. Selamat memilih! 

sumber: thegamesthething.com

Continue Reading Rekomendasi dan Spesifikasi PC yang Layak untuk Desain Grafis